Lompat ke isi utama

Berita

Navigasi Iman Jadi Ruang Pemkab Gorontalo dan Bawaslu Perkuat Integritas ASN

d

Bawaslu Kabupaten Gorontalo bertindak sebagai pelaksana kegiatan Navigasi Iman yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Jumat (11/9/2026)

Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Nilai keimanan dan integritas menjadi bagian penting dalam menjaga netralitas aparatur dalam kehidupan demokrasi. 

Hal tersebut menjadi semangat dalam kegiatan Navigasi Iman yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Jumat (11/9/2026).

Pada edisi Jumat tersebut, KPU dan Bawaslu Kabupaten Gorontalo bertindak sebagai pelaksana kegiatan. Kegiatan mengangkat tema “Kompas Iman dalam Menjaga dan Mengawal Netralitas Aparatur dalam Demokrasi” dan turut diikuti Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, jajaran perangkat organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran Bawaslu dan KPU Kabupaten Gorontalo.

Dari Bawaslu Kabupaten Gorontalo, kegiatan diikuti oleh Ketua Alexander Kaaba, Anggota Zulfikar Uba, Kepala Sekretariat Rahmawaty M. Sulaiman, pejabat struktural, dan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Gorontalo Windarto M. Bahua menyampaikan bahwa navigasi iman dapat menjadi kompas bagi aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, termasuk dalam menjaga sikap serta integritas dalam kehidupan demokrasi.

Windarto juga menyampaikan bahwa tahapan Pemilu 2029, insyaallah, akan mulai memasuki proses pada tahun 2027. Karena itu, penguatan nilai dan integritas aparatur menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan demokrasi yang berkualitas.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Iqbal Pakaya sebagai penceramah. Melalui ceramah keagamaan, peserta diajak menjadikan nilai keimanan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas, menjaga amanah, serta membangun integritas dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.

Tema yang diangkat juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga netralitas aparatur dalam demokrasi. Aparatur dituntut menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak terhadap kepentingan politik tertentu, sehingga pelayanan pemerintahan dapat tetap berjalan secara objektif.

Bagi Bawaslu Kabupaten Gorontalo, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa integritas dan netralitas tidak hanya dibangun melalui pemahaman terhadap aturan, tetapi juga melalui nilai moral dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai aparatur.

Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Rian/Vera/Iki

Tag
Berita