Bawaslu Kabupaten Gorontalo Perkuat Kinerja melalui IKU dan Bawaslu Membelajarkan
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba, Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Under S. Lawani dan Zulfikar A. Uba, Kepala Sekretariat Rahmawaty M. Sulaiman serta pejabat struktural mengikuti Rapat Sosialisasi Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Gorontalo secara daring, Jumat (7/8/2026).
Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman serta penyamaan persepsi jajaran Bawaslu mengenai penyusunan dan implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai instrumen dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan kelembagaan. Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan terkait penyusunan artikel dan video dalam program Bawaslu Membelajarkan sebagai media dokumentasi pengetahuan, pengalaman, inovasi, dan praktik baik pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli menegaskan bahwa penyusunan IKU harus dilakukan secara terukur, sistematis, konsisten, dan berbasis pada hasil kerja nyata. Menurutnya, setiap indikator yang disusun harus mampu menggambarkan capaian kinerja secara objektif serta memiliki keterkaitan yang jelas dengan tujuan dan sasaran strategis lembaga.
"IKU harus disusun secara terukur, sistematis, dan mampu menggambarkan capaian kinerja secara objektif sehingga mendukung pencapaian tujuan strategis lembaga," ujar Idris.
Idris juga mendorong seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota untuk memperkuat dokumentasi dan publikasi pengetahuan kelembagaan melalui artikel maupun video dalam program Bawaslu Membelajarkan. Menurutnya, setiap pengalaman dan praktik baik yang lahir dari pelaksanaan tugas pengawasan perlu didokumentasikan dan dibagikan sebagai sumber pembelajaran bagi internal kelembagaan maupun masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Gorontalo berharap pemahaman mengenai penyusunan IKU semakin meningkat sehingga setiap program dan kegiatan dapat direncanakan, diukur, dan dievaluasi secara lebih efektif. Selain itu, penguatan budaya dokumentasi melalui program Bawaslu Membelajarkan diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi serta praktik baik yang mendukung penguatan kelembagaan dan kualitas pengawasan pemilu.
Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Tangkapan layar zoom