Zulfikar Uba Edukasi Pelajar tentang Alasan Indonesia Memilih Demokrasi
|
Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Zulfikar A. Uba mengedukasi para pelajar mengenai alasan Indonesia menggunakan sistem demokrasi dalam memilih pemimpin saat penyelenggaraan Pemilu.
Menurut Zulfikar, demokrasi menjadi bentuk penghormatan negara terhadap hak masyarakat untuk ikut menentukan arah dan tujuan bangsa melalui partisipasi dalam Pemilu.
“Demokrasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan arah bangsa. Setiap individu memiliki ruang untuk menyampaikan suara dan pendapatnya,” ujarnya saat menanggapi pertanyaan siswa pada sesi diskusi Apel Pengawasan Partisipatif di SMK Negeri 1 Limboto, Jumat (8/5/2026).
Ia menegaskan bahwa kegiatan apel pengawasan partisipatif bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya edukasi politik bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesadaran kepemiluan, terutama dalam pengawasan partisipatif. Suara pemilih pemula sangat menentukan arah penyelenggaraan Pemilu ke depan,” tegasnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) ini juga mengingatkan pentingnya menjaga asas Pemilu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LuBer Jurdil) dalam setiap proses demokrasi.
Ia berharap para siswa dapat berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran Pemilu.
Selain itu, Zulfikar kembali menyoroti bahaya politik uang yang dinilai masih menjadi tantangan dalam setiap tahapan Pemilu. Menurutnya, masyarakat tidak boleh menentukan pilihan hanya berdasarkan imbalan materi.
“Jangan sampai kita menentukan arah kebijakan negara hanya berdasarkan seberapa banyak uang yang diterima. Politik uang adalah musuh demokrasi yang dapat merusak masa depan bangsa. Jadilah pemilih yang cerdas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Gorontalo berharap para siswa SMK Negeri 1 Limboto dapat menjadi pemilih pemula yang aktif, kritis, dan berani terlibat dalam pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu yang bersih dan berkualitas di masa depan.
Penulis: Fawayt Fiadh Al Harbei
Foto: Verawaty Abubakar
Editor: Nugraha Adi Permana