Peringati Hari Lahir Pancasila, Bawaslu Kabupaten Gorontalo Gaungkan Semangat Persatuan dan Demokrasi
|
Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Bawaslu Kabupaten Gorontalo gelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 yang mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya", berlangsung di halaman kantor, Senin (2/6/2025).
Upacara peringatan tahun ini berlangsung khidmat, dengan dihadiri Pimpinan Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Kepala Sekretariat, para Kasubbag, staf ASN, Non ASN dan CPNS TA 2024 di lingkungan Bawaslu Kabupaten Gorontalo.
Upacara dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Alexander Kaaba yang membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI), Yudian Wahyudi.
Alex menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, Ia turut mengajak semua komponen bangsa untuk bersama-sama merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia.
"Pancasila telah mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu," Ungkapnya.
Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.
"Kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi," ucap Alex dihadapan para peserta upacara.
Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila semakin nyata.
"Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita," ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital.
Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Jefri Fernando A. Hamzah