Lompat ke isi utama

Berita

Jadi Pemilih Cerdas, Zulfikar Uba Ingatkan Pelajar Waspadai Manipulasi Politik

zu

Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Zulfikar A. Uba saat memberikan sosialisasi pada kegiatan Apel Pengawasan Partisipatif di SMK Negeri 1 Dungaliyo, Kamis (15/10/2026).

Dungaliyo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Zulfikar A. Uba, mengingatkan pelajar agar mewaspadai manipulasi politik dan menggunakan hak pilih secara cerdas ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Edukasi kepemiluan bagi pemilih pemula dinilai penting untuk mencegah mereka dimanfaatkan oleh pihak tertentu melalui praktik yang mencederai demokrasi. 

Zulfikar menjelaskan bahwa Bawaslu merupakan lembaga negara independen yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilu. Ia mengibaratkan Bawaslu sebagai wasit dalam pertandingan sepak bola yang memastikan proses berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi pelanggaran.

“Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu diumpamakan seperti wasit dalam sebuah pertandingan. Tugas utama kita adalah mengawasi seluruh proses dan memastikan tidak ada pihak yang melakukan pelanggaran,” jelas Zulfikar saat memberikan sosialisasi pada kegiatan Apel Pengawasan Partisipatif di SMK Negeri 1 Dungaliyo, Kamis (15/10/2026).

Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu berpegang pada prinsip 3M, yakni Mengawasi, Mencegah, dan Menindak. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam mengawal tahapan pemilu, mencegah potensi pelanggaran, serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Zulfikar juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia pengawas dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Gorontalo. Karena itu, partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan pemilih pemula, diperlukan untuk memperluas jangkauan pengawasan pemilu.

“Kita harus mempersempit ruang gerak oknum-oknum tertentu yang ingin memanfaatkan mereka demi mendulang suara dengan cara kecurangan atau cara yang tidak seharusnya,” tegasnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa ini turut mengingatkan para siswa SMK Negeri 1 Dungaliyo agar menggunakan hak pilih secara cerdas dan bijak ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih. 

Pilihan terhadap calon pemimpin hendaknya didasarkan pada kualitas dan kapasitas, bukan karena iming-iming materi atau pengaruh yang bertentangan dengan prinsip pemilu yang berintegritas.

"Kami harap adik-adik nanti mampu mengenali praktik manipulasi politik, menolak kecurangan, serta mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif," pungkasnya.

t
e

Penulis: Fawayt Fiadh Al Harbei
Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Adi

Tag
Berita