Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Pelanggaran Netralitas di Asparaga, Alex Dorong Penguatan Pengawasan Partisipatif

r

Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba dalam kegiatan Apel Pengawasan Partisipatif dan Konsolidasi Demokrasi di SMAN 1 Asparaga, Kamis (20/8/2026).

Asparaga, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba mendorong penguatan pengawasan partisipatif di Kecamatan Asparaga sebagai upaya mencegah terulangnya pelanggaran netralitas dalam penyelenggaraan Pemilu. 

Alex mengatakan, Asparaga memiliki sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Pemilu, salah satunya persoalan netralitas kepala desa yang pernah terjadi pada penyelenggaraan tahun 2020 dan 2024.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai pengalaman yang kurang baik terulang kembali. Karena itu, pencegahan harus diperkuat melalui sosialisasi dan keterlibatan masyarakat,” tegasnya dalam kegiatan Apel Pengawasan Partisipatif dan Konsolidasi Demokrasi di SMAN 1 Asparaga, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pengawasan partisipatif semakin penting mengingat keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi tantangan dalam proses perekrutan pengawas ad hoc, mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga Pengawas TPS (PTPS). Karena itu, masyarakat, termasuk generasi muda, diharapkan turut mengambil bagian dalam pengawasan Pemilu.

Pria yang akrab disapa Alex Kaaba ini secara khusus mengingatkan para siswa yang nantinya menjadi pemilih pemula untuk memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Siswa yang telah memenuhi usia 17 tahun pada saat Pemilu mendatang juga diingatkan untuk segera mengurus KTP elektronik sebagai salah satu dokumen kependudukan yang diperlukan untuk menggunakan hak pilih.

"Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Kalian yang akan menentukan masa depan, bahkan nantinya bisa menjadi penyelenggara Pemilu, baik di Bawaslu maupun KPU,” katanya.

Ia berharap Kecamatan Asparaga ke depan dapat dikenal karena prestasi dan partisipasi positif masyarakatnya dalam demokrasi, bukan karena catatan pelanggaran yang pernah terjadi.

“Harapan kami, Asparaga ke depan menjadi yang terbaik di Bawaslu karena prestasinya, bukan karena pengalaman yang kurang baik,” pungkasnya.

Dalam diskusi dengan siswa-siswi SMAN 1 Asparaga, Alex kembali mengingatkan para siswa mengenai asas Luber Jurdil. Sebab, setiap warga negara memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan politik tanpa tekanan maupun imbalan dari pihak tertentu. Kerahasiaan pilihan juga harus dijamin agar pemilih dapat menentukan pilihannya sesuai hati nurani.

Selain politik uang secara langsung, Alex juga mengingatkan adanya potensi pemberian keuntungan melalui sarana digital, seperti saldo elektronik maupun top up gim yang diberikan dengan imbalan dukungan kepada calon tertentu. Menurutnya, perkembangan pola tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi pemilih muda yang memiliki kedekatan dengan teknologi digital.

Dirinya berharap kegiatan di SMAN 1 Asparaga dapat menjadi awal penguatan kerja sama dan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Ke depan, Bawaslu Kabupaten Gorontalo akan mendorong tindak lanjut melalui kerja sama dengan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan pengawasan dan pencegahan.

Kegiatan tersebut juga diwarnai dialog bersama siswa. Sejumlah pertanyaan disampaikan, antara lain mengenai praktik suap untuk memengaruhi pilihan politik serta persoalan judi online dan pengawasan terhadap transaksi yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

t
w

Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Adi

Tag
Berita