Bawaslu Kabupaten Gorontalo Perkuat Konsolidasi Demokrasi Inklusif bagi Disabilitas dan Lansia
|
Tilango, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Under S. Lawani mengatakan Konsolidasi demokrasi yang inklusif menjadi langkah strategis dalam memperluas pengawasan partisipatif, khususnya dengan melibatkan penyandang disabilitas dan lansia.
“Konsolidasi demokrasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi dan teknis kegiatan, sekaligus memetakan peran Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif bagi segmen disabilitas dan lansia,” ujar Under S. Lawani dalam pertemuan bersama Yayasan Putra Mandiri Gorontalo di Tilango, Senin (2/3/2026).
Under menegaskan, konsolidasi demokrasi tidak berhenti pada aspek teknis kegiatan, tetapi juga memastikan nilai inklusivitas terinternalisasi dalam praktik pengawasan. Keterlibatan penyandang disabilitas dan lansia dinilai akan memperluas jangkauan pengawasan sekaligus memperkuat legitimasi demokrasi melalui partisipasi publik yang setara.
Bawaslu Kabupaten Gorontalo juga mematangkan persiapan kegiatan Ngabuburit Pengawasan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif yang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Rahmawaty M. Sulaiman, menekankan pentingnya penyamaan persepsi terkait bentuk kegiatan, jumlah peserta, dan alur pelaksanaan. Ia menilai perencanaan yang matang diperlukan agar kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tetap berjalan efektif dan bernilai substantif.
Sebagai tindak lanjut konsolidasi, Bawaslu Kabupaten Gorontalo merencanakan pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan dan buka puasa bersama pada Jumat, 6 Maret 2026.
Melalui langkah ini, Bawaslu Kabupaten Gorontalo menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan partisipatif yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan sebagai bagian dari penguatan demokrasi lokal.
Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Adi