Alex Kaaba Tekankan Paradigma Pencegahan Pelanggaran dalam Pengawasan Pemilu
|
Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba menegaskan pentingnya paradigma pencegahan pelanggaran dalam pengawasan Pemilu sebagai upaya mewujudkan Pemilu 2029 yang berintegritas.
Alex menjelaskan bahwa Bawaslu saat ini lebih mengedepankan pendekatan pencegahan tanpa mengabaikan fungsi penindakan terhadap pelanggaran dan sengketa proses Pemilu.
Menurutnya, setiap tahapan Pemilu memiliki potensi kerawanan yang perlu diantisipasi sejak awal melalui pengawasan yang terstruktur dan kolaboratif.
Selain itu ada tujuh strategi pencegahan Bawaslu, yaitu mitigasi, edukasi, partisipasi, kolaborasi, imbauan, publikasi, dan inovasi. “Pencegahan tidak hanya menjadi tugas kelembagaan Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama melalui keterlibatan masyarakat,” ujarnya saat menjadi narasumber Modul 1 Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut, ia memaparkan terdapat dua jalur utama strategi pencegahan, yakni pengawasan langsung oleh jajaran pengawas Pemilu di semua tingkatan serta pelibatan partisipasi masyarakat dan publikasi media sebagai bagian dari pengawasan kolaboratif.
Dalam sesi telaah studi kasus dan diskusi kelompok, peserta turut mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan Pemilu, di antaranya potensi konflik antarpendukung, pentingnya menjaga netralitas, penyebaran informasi menyesatkan, serta penguatan koordinasi dalam pengawasan Pemilu.
Peserta juga menilai perlunya sosialisasi berkelanjutan, komunikasi publik, dan pengawasan partisipatif berbasis masyarakat sebagai bagian dari langkah pencegahan sejak dini.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Gorontalo berharap peserta mampu memahami strategi pencegahan pelanggaran Pemilu sekaligus menjadi pengawas partisipatif yang aktif di wilayah masing-masing.
Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Jefri Fernando A. Hamzah