Zulfikar Uba Soroti Tantangan Pengawas Adhoc di Lapangan
|
Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Zulfikar Uba menyampaikan bahwa pengalaman dan masukan partai politik di lapangan menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan pengawasan Pemilu dan Pilkada 2024.
Menurut Zulfikar, sebagian besar masukan yang diterima dalam Konsolidasi Demokrasi berasal dari pengalaman langsung partai politik selama tahapan pemilu berlangsung, terutama terkait pelaksanaan pengawasan di tingkat bawah.
“Konsolidasi demokrasi ini penting karena sebagian besar masukan berasal dari pengalaman langsung partai politik di lapangan,” imbuh dia saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama DPC Partai Gerindra Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan bahwa dirinya memahami berbagai tantangan yang dihadapi jajaran pengawas adhoc mulai dari tingkat Panwascam, PKD, hingga PTPS karena pernah menjadi Ketua Panwascam Tabongo pada Pemilu dan Pilkada 2024.
Dalam diskusi tersebut, Partai Gerindra berharap kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi pemahaman regulasi maupun pendekatan komunikasi kepada masyarakat dan peserta pemilu.
Masukan lainnya juga disampaikan terkait pentingnya langkah pencegahan yang lebih humanis di lapangan. Pengawas pemilu di tingkat desa diharapkan lebih mengedepankan komunikasi dengan pengurus partai politik sebelum mengambil tindakan tertentu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Selain itu, partai politik turut mengapresiasi sikap independen jajaran pengawas pemilu yang menjaga integritas selama tahapan pemilu berlangsung.
Secara umum, diskusi tersebut menekankan pentingnya penguatan profesionalitas, kapasitas, dan etika pengawas pemilu di lapangan agar pelaksanaan pengawasan berjalan lebih efektif, humanis, dan berintegritas.
Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Adi