Lompat ke isi utama

Berita

Perbaikan Regulasi Pemilu, Bawaslu Kabupaten Gorontalo Konsolidasi bersama DPD Golkar

f

Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba (kiri) saat Konsolidasi Demokrasi bersama DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, Senin (4/5/2026).

Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba menegaskan pentingnya perbaikan regulasi pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.

Menurutnya, kegiatan konsolidasi ini menjadi ruang untuk menghimpun kritik, saran, serta catatan evaluasi dari partai politik terkait pelaksanaan pengawasan Pemilu dan Pilkada 2024.

“Kami berharap masukan dari partai politik dapat menjadi bahan dalam penyusunan dan perbaikan regulasi pemilu ke depan," ujarnya saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, Senin (4/5/2026).

Sejumlah isu krusial turut menjadi perhatian bersama, di antaranya politik uang, hoaks, ujaran kebencian, netralitas ASN, serta kampanye hitam.

Alex juga menjelaskan bahwa Bawaslu saat ini lebih mengedepankan langkah preventif dibandingkan represif melalui pendekatan sosialisasi dan edukasi guna meminimalisasi potensi pelanggaran sejak dini.

Ia turut mengajak partai politik untuk berkolaborasi dengan Bawaslu, termasuk dalam pelatihan saksi partai di Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta mendorong pemahaman terhadap tata cara pelaporan dugaan pelanggaran pemilu.

Selain itu, Alex menegaskan pentingnya menjaga integritas penyelenggara pemilu agar tetap netral dan profesional dalam setiap tahapan, khususnya mulai dari masa kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Iskandar Mangopa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konsolidasi demokrasi tersebut serta menghargai peran Bawaslu dalam pelaksanaan pengawasan pemilu.

Ia berharap berbagai permasalahan yang terjadi pada Pemilu dan Pilkada 2024 dapat diperbaiki atau diminimalkan pada pemilu mendatang.

Iskandar juga menyoroti pentingnya konsistensi regulasi kepemiluan agar tidak sering berubah, terutama menjelang tahapan pemilu. Menurutnya, stabilitas regulasi akan membantu partai politik dalam mempersiapkan diri secara lebih optimal.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait efisiensi anggaran yang berpotensi berdampak pada kinerja lembaga penyelenggara pemilu, termasuk Bawaslu, dalam menghadapi Pemilu 2029.

Menutup kegiatan, Alex Kaaba mendorong partai politik untuk melakukan pengkaderan secara lebih optimal, khususnya dalam memenuhi keterwakilan perempuan sebesar 30 persen, sehingga dapat dipersiapkan sejak awal sebelum tahapan pemilu dimulai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Under S. Lawani dan Zulfikar Uba, didampingi Kepala Sekretariat Rahmawaty M. Sulaiman, pejabat struktural, serta staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

c

Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Adi

Tag
Berita