Alex Kaaba Soroti Politik Uang Bermodus Top Up Game di Kalangan Pelajar
|
Limboto, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo - Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Alexander Kaaba menyoroti potensi politik uang dengan modus digital yang dinilai rentan menyasar kalangan pelajar dan pemilih pemula menjelang Pemilu 2029.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebiasaan generasi muda yang dekat dengan dunia digital menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan pemilu.
Ia menyebut salah satu bentuk yang perlu diwaspadai ialah praktik politik uang melalui iming-iming top up permainan daring (game online).
“Pemilih pemula rentan terhadap modus politik uang karena mereka dekat dengan dunia digital dan permainan daring. Modus seperti pemberian top up game bisa masuk ke ranah itu dan terkadang sulit dideteksi,” tegasnya saat Konsolidasi Demokrasi bersama Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo Marci A. Karim usai pelaksanaan Apel Pengawasan di MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan pendidikan politik dan literasi digital bagi pelajar agar para pemilih pemula mampu memahami bentuk-bentuk pelanggaran pemilu sejak dini.
Karena itu, Bawaslu Kabupaten Gorontalo terus mendorong pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif kepada kalangan pelajar tingkat SMA sederajat sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo Marci A. Karim mengapresiasi langkah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Gorontalo kepada para pelajar.
Menurutnya, sekolah siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan serupa apabila kembali dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari pendidikan politik bagi generasi muda.
“Kami siap memfasilitasi apabila ke depan ada kegiatan serupa. Ini penting untuk membangun pemahaman politik yang baik bagi para pelajar,” ujar Marci.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Bawaslu Kabupaten Gorontalo dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula guna meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar menjelang Pemilu 2029.
Penulis/Editor: Nugraha Adi Permana
Foto: Verawaty Abubakar